Hari Ini:

Senin 14 Oct 2019

Jam Buka Toko:

09.00 s/d 19.00

SMS/Whatsapp:

085691295937

Email:

sales@buku-bisnis.com

Kategori

Testimoni

Pembayaran Melalui

Rek : 7120219728
An. Ahmad Subagyo
Rek : 0124830383
An. Ahmad Subagyo

Session Series #002# Keuangan Mikro Syariah

23 June 2015 - Kategori Blog

LATAR BELAKANG KEUANGAN MIKRO SYARIAH: Sebuah Pengantar

Ada sekitar 3 miliar orang dari penduduk dunia yang hidup dengan pendapatan kurang dari US$2 per hari. Mereka adalah masyarakat miskin dengan lima anak dan satu diantaranya meninggal sebelum usia 5 hari1. Jumlah penduduk Indonesia yang hidup dengan penghasilan kurang dari US$2 perhari hampir sama dengan jumlah total penduduk yang hidup dari semua negara di kawasan Asia Timur kecuali Cina2. Setiap 100 penduduk Indonesia terdapat 15 orang miskin atau secara total ada 35.000.000 penduduk miskin menurut perhitungan Badan Pusat Statistik tahun 2008.3

Kemiskinan telah menjadi masalah akut masyarakat dunia. Upaya memberantas kemiskinan menjadi agenda bersama. Berbagai studi telah dilakukan oleh banyak kalangan ilmuwan di dunia barat maupun di timur. Hasil studi menyimpulkan bahwa alat pemberantas kemiskinan yang saat ini dianggap paling berhasil adalah implementasi microfinance (keuangan mikro).4

Masyarakat miskin di dunia muslim jumlahnya lebih dari 1,2 miliar orang. Dalam wilayah yang membentang dari Senegal sampai ke Philipina yang meliputi enam benua, Afrika Utara, Afrika Sahara, Timur tengah, Asia Tengah, Asia Selatan, dan Asia Tenggara. Pertumbuhan tingkat kemiskinan di wilayah ini paling tinggi, kecuali di Asia Tenggara dan Timur Tengah. Di Indonesia yang memiliki penduduk muslim terbesar di dunia, lebih dari separoh penduduknya yaitu sekitar 129 juta orang tergolong miskin dengan pendapatan kurang dari $2 perhari. Bangladesh dan Pakistan dengan jumlah 122 juta orang, diikuti Negara India dengan jumlah kurang lebih 100 juta muslim berada di bawah garis kemiskinan.5 Negara – Negara yang penduduknya mayoritas muslim memiliki Product Domestic Bruto (PDB) dalam kategori rendah (miskin) yaitu sebesar 40% dari 55 negara6.

Suatu kondisi yang kontradiksional antara kelimpahan sumber daya alam yang dimiliki wilayah-wilayah tersebut dengan kondisi ekonomi yang melingkupinya. Sementara penduduknya yang sebagaian besar muslim berada dalam kemiskinan. Padahal Tuhan telah berfirman dalam kitab sucinya “ kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia,..”.7 Menangani persoalan sosial ekonomi ini telah dilakukan berbagai ikhtiar dan strategi, baik dalam skala lokal, nasional maupun global.

Beberapa pakar sepakat untuk mengubah kondisi perekonomian di Negara-negara miskin dan berkembang dengan menggunakan paradigma baru, yaitu memberdayakan kaum miskin dan cara yang terbukti paling efektif adalah implementasi microfinance (studi kasus di Bangladesh dapat mengentaskan kemiskinan dari 52% penduduk di Bangladesh)8.

__________________________________

1Michael S Barr, Microfinance and Financial Development (Michigan: The John M. Olin Centre for Law & Economics Working Paper Series, University of Michigan Law School, 2005), 271.

2The World Bank, Era Baru dalam Pengentasan Kemiskinan di Indonesia,( office Jakarta, November 2006)

3Rohmatin Bonasir . Wartawan, BBC Siaran Indonesia . 26 Januari, 2009 – Published 13:24 GMT. Pada tahun 2009 menurut laporan BPS Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan di Indonesia pada Bulan Maret 2009 sebesar 32,53 juta (14,15 persen). Walaupun angka kemiskinan terlihat menurun namun beberapa pakar sosial ekonomi seperti Prof. Sri-Edi Swasono meragukan angka tersebut, karena kemiskinan telah direduksi definisinya. Garis kemiskinan yang digunakan BPS sebesar 2,100 kalori per orang per hari yang disetarakan dengan pendapatan tertentu. Pendekatan yang dipergunakan oleh BPS untuk menarik garis kemiskinan adalah pendekatan pengeluaran, sedangkan pengeluaran agregat (rata-rata) tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Pendekatan BPS hampir sama dengan pendekatan yang dipergunakan oleh Bank Dunia yang menggunakan 1 dolar AS per orang per hari sebagai standar perhitungannya. Sedangkan menurut Michael jika garis kemiskinan dihitung 2 dolar AS per orang per hari, maka hampir separoh penduduk Indonesia berada dalam garis kemiskinan.

4Mohammed Obaidullah, Role of Microfinance in Poverty Alleviation (Jeddah: Islamic Development Bank, 2008), 27-28.

5Muhammad Obaidullah, “Introduction to Islamic Microfinance,” IBF Net: The Islamic Business and Finance Network (September-2008)

6IMF, Annual Report, dalam Ahmad Subagyo “ Analisis Perbandingan Implementasi Islamic Microfinance di Negara negara Muslim,” (Jakarta: Graha Ilmu, 2007), 13.

7Q.S. Ali Imran (3): 110

8Wawancara Muhamad Yunus dengan www.ikhlasmedia.com